Manusia di Tanah Rinjani

Juli 2018
Memijak salah satu tanah terindah negeri ini
Seribu kilometer terpaut dari istana metropolitan
Gemetar memanggil bawah sadar
Udara memenuhi sekujur tubuh hingga rusuk
Bersama segerombolan suara di kepala
yang tak karuan berisik

Praya menyambut hangat
Tapi langit, memilih tak ramah pada pandangan pertama
Saling memandang raut wajah asing
Tanpa sehelai polusi dalam kerutan

Tak aneh Sunda Kecil dikerumuni para pengagum
Menjelajah samuderanya,
mendaki puncaknya,
menyantap hidangannya
Dari ujung Bayan hingga Mandalika
Dari fajar Pringgabaya hingga kembali bersua senja
di pesisir Sekotong

Walau sempat rapuh
Sampai-sampai kemarau eksotisme dahulu
Ironisnya, aku bersama mereka yang terkapar oleh takut
Menyaksikan lalu lalang kesunyian

Tiga ratus enam puluh lima hari kemudian
Senyap tak kudengar kabarnya lagi
Kini langit telah berkawan dengan bayanganku
Penghujung manis dalam kisah pendek
bersama manusia di tanah rinjani


RDN


Comments

Popular Posts